Postingan

Red Hot Chili Peppers Menjual Katalog Musiknya Senilai 5,2 Triliun

Gambar
Red Hot Chili Peppers Menjual Katalog Musiknya Senilai 5,2 Triliun   Gokil! Ternyata Red Hot Chili Peppers baru aja menjual seluruh katalog musik rekaman mereka ke Warner Music Group (WMG) dengan harga yang bikin melongo: lebih dari $300 juta atau sekitar Rp5,2 triliun! Ini jadi salah satu deal musik termahal yang pernah ada. Buat para fans RHCP, mungkin langsung bertanya-tanya: "Lho, bukannya mereka udah pernah jualan katalog? Kok jual lagi?" Nah, ini dia penjelasannya. Jadi, biar nggak bingung, dalam industri musik tuh ada dua jenis hak cipta utama: hak rekaman (master recording) dan hak cipta lagu (publishing rights). Nah, yang dijual sekarang ini adalah katalog rekaman mereka, yaitu semua versi original dari lagu-lagu yang biasa kita putar di Spotify atau YouTube Music. Jadi, ini beda sama yang mereka jual tahun 2021 lalu. Pada tahun 2021, RHCP memang udah lebih dulu menjual hak cipta lagu (publishing) mereka ke Hipgnosis (sekarang berganti nama jadi Recognition Music Gr...

Dampak Ekonomi Konser Coldplay dan Taylor Swift: Jakarta dan Singapura

Gambar
Dampak Ekonomi Konser Coldplay dan Taylor Swift: Jakarta dan Singapura Sekitar akhir Maret 2026 lalu, pihak LPEM FEB UI merilis publikasi makalah yang menganalisis dampak ekonomi dari gelaran konser musik berskala besar dengan membandingkan penampilan Coldplay dan Taylor Swift di Indonesia dan Singapura. Temuan menunjukkan perbedaan substansial baik dalam skala maupun struktur dampak ekonomi antara kedua negara, meskipun menampilkan artis global yang serupa. Kerangka yang dipakai Mereka pakai input-output model (Leontief) untuk dekomposisi dampak ke direct , indirect , dan induced effects across empat indikator: output , value added (≈ kontribusi GDP), household income , dan employment . Datanya pakai IO Table Indonesia 2020 dan Singapura 2022, dengan asumsi pengeluaran spectator yang divalidasi langsung — penulisnya beneran nonton konsernya. Yang penting: studi ini hanya menghitung spending dari penonton, bukan belanja pemerintah atau infrastruktur (sehingga subsidi STB/Singap...

Live Nation Kalah di Pengadilan: Monopoli Tiket Konser Akhirnya Kena Batunya

Gambar
Live Nation Kalah di Pengadilan: Monopoli Tiket Konser Akhirnya Kena Batunya   Raksasa tumbang, tapi ceritanya belum selesai Pernah nggak sih kamu beli tiket konser, lihat harga tertera Rp 1 juta, terus pas checkout tiba-tiba jadi Rp 1,3 juta gara-gara ada "biaya layanan", "biaya platform", dan entah biaya apalagi? Nyebelin, kan? Nah, di Amerika Serikat, kejengkelan kayak gitu akhirnya berujung di pengadilan. Dan kabar baiknya: yang dijengkeli - yaitu Live Nation bersama anak perusahaannya Ticketmaster - kalah telak. Juri federal di AS minggu lalu memutuskan bahwa raksasa konser ini menjalankan monopoli ilegal yang merugikan artis dan penggemar selama bertahun-tahun. Ini bukan berita kecil. Ini gempa yang getarannya bisa terasa sampai ke industri konser Indonesia dan Asia Tenggara - walaupun mungkin nggak langsung. Siapa sih Live Nation dan kenapa mereka bisa segede itu? Buat yang belum familiar, Live Nation ini bukan sekadar promotor konser. Mereka punya:  - peru...

Streaming Bikin Musisi Eksis, Tapi Kantong Tipis? Yuk Lihat Fakta dari 5 Negara

Gambar
Streaming Bikin Musisi Eksis, Tapi Kantong Tipis? Yuk Lihat Fakta dari 5 Negara Satu suara, tapi dompet beda cerita Pernah nggak sih kamu bayangin, lagu kamu diputar jutaan kali di Spotify, tapi uang yang masuk cuma cukup buat beli kopi seminggu? Ternyata, ini bukan cuma mimpi buruk musisi indie di Inggris atau Amerika. Sebuah studi terbaru dari Oxford Internet Institute dan University of Groningen nunjukin bahwa musisi dari Brasil, Chili, Belanda, Nigeria, sampai Korea Selatan merasakan hal yang sama. Mereka semua setuju: streaming itu penting banget buat karier. Tapi di saat yang sama, mereka juga kompak ngomel-ngomel karena royaltinya nggak pernah cukup. Para peneliti nyebut ini sebagai "paradoks streaming" —gampang dikenal, susah kaya.  Musisi Nigeria Vs Belanda: jauh beda cerita Yang paling menarik dari studi ini (yang melibatkan sekitar 1.200 musisi) adalah betapa beda pengalaman mereka tergantung negaranya. Di Nigeria, 83% musisi bilang karier mereka makin maju seja...

Masa Depan Piringan Hitam: Key Production Luncurkan Rekam PET Ramah Lingkungan dan "Vinyl Mini" Koleksi

Gambar
Masa Depan Piringan Hitam: Key Production Luncurkan Rekam PET Ramah Lingkungan dan "Vinyl Mini" Koleksi Di tengah kebangkitan budaya piringan hitam, industri musik fisik kini memasuki babak baru yang lebih hijau dan inovatif. Key Production , agensi manufaktur terkemuka di Eropa untuk produk musik dan kemasan, hari ini resmi memperkenalkan dua format revolusioner ke pasar Eropa: Injection Moulded Records dan Tiny Vinyl . Langkah ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan sebuah deklarasi bahwa musik fisik bisa berkelanjutan tanpa mengorbankan jiwa koleksinya. Revolusi ramah lingkungan: dari PVC ke PET Format pertama, Injection Moulded Records , hadir sebagai terobosan besar. Alih-alih menggunakan PVC (polyvinyl chloride) yang selama ini menjadi standar industri, piringan hitam ini dibuat dari PET (polyethylene terephthalate) - resin ringan yang dapat didaur ulang. Apa dampaknya? Menurut data verifikasi pihak ketiga, proses produksi dengan PET terbukti secara signifika...

Instagram Kini Tegaskan Diri sebagai Rumah Para Superfans Musik

Gambar
Instagram Kini Tegaskan Diri sebagai Rumah Para Superfans Musik   Selama ini Instagram mungkin lebih dikenal sebagai tempat berbagi foto liburan atau konten lifestyle . Namun, laporan terbaru yang dipesan oleh Instagram dari firma analisis data Luminate menunjukkan pergeseran besar: platform ini kini menjadi medan pertempuran utama untuk para superfans musik. Dalam laporan yang dirilis pada awal April 2026 ini, Instagram dengan percaya diri menegaskan posisinya sebagai raksasa fandom musik digital. Apa itu superfans dan dimana mereka berada?  Menurut studi yang dilakukan pada pertengahan 2025 itu, superfans adalah penggemar dengan tingkat engagement tertinggi. Datanya cukup mencengangkan: - 58% superfans musik global menggunakan Instagram untuk berinteraksi dengan artis atau konten musik - angka ini menjadikan Instagram sebagai salah satu destinasi sosial dan video terbesar untuk aktivitas bermusik - bahkan, hampir 1 dari 3 pengguna harian Instagram yang aktif dengan konten...

Say No to Suno

Gambar
Say No to Suno   Akhir tahun lalu, para pencuri yang menyamar sebagai pekerja konstruksi membobol Museum Louvre di siang bolong, mengambil perhiasan kerajaan senilai lebih dari $100 juta, dan melesat dengan motor mereka ke jalan-jalan sibuk di Paris. Meski beberapa pencuri kemudian ditangkap, perhiasan yang mereka curi belum ditemukan, dan banyak yang khawatir karya seni bersejarah itu telah dipotong ulang, dipasang ulang, dan dijual kembali. Lebih dekat ke rumah, namun tidak kalah jahatnya, adalah pencurian terang-terangan terhadap seniman yang dimungkinkan oleh AI yang tidak bertanggung jawab, yang para pencari keuntungannya memotong ulang, mencampur ulang, dan menjual kembali karya seni orisinal sebagai sesuatu yang baru. Pembajakan seluruh harta karun musik dunia ini membanjiri platform dengan "AI slop" (konten AI berkualitas rendah) dan mengencerkan kumpulan royalti para seniman sah yang musiknya menjadi asal muasal "slop" ini. Sementara itu, mereka yang mempro...